Senin, 11 Januari 2016

TEORI ANTRIAN


Pengertian Teori Antrian
Teori antrian adalah studi matematika menunggu baris (atau antrian). Teori memungkinkan analisis matematis dari beberapa proses yang terkait, termasuk tiba di (belakang) antrian, menunggu dalam antrian (dasarnya proses penyimpanan), dan sedang dilayani oleh server (s) di bagian depan antrian. Izin Teori derivasi dan perhitungan beberapa ukuran kinerja termasuk rata-rata waktu tunggu dalam antrian atau sistem, yang diharapkan menunggu atau menerima nomor layanan dan probabilitas sistem dalam menghadapi negara-negara tertentu, seperti kosong, penuh, setelah yang tersedia server atau harus menunggu waktu tertentu untuk dilayani (Ayu, 1996).
Penentu antrian lain yang penting adalah disiplin antri. Disiplin antri adalah aturan keputusan yang menjelaskan cara melayani pengantri. Menurut Siagian (1987), ada 5 bentuk disiplin pelayanan yang biasa digunakan, yaitu:
1.      First come first served (FCFS) atau first in first out (FIFO) artinya, lebih dulu datang (sampai), lebih dulu dilayani (keluar). Misalnya, antrian pada loket pembelian tiket bioskop.
2.      Last come first served (LCFS) atau last in first out (LIFO) artinya, yang tiba terakhir yang lebih dulu keluar. Misalnya, sistem antrian dalam elevator untuk lantai yang sama.
3.      Service in random order (SIRO) artinya, panggilan didasarkan pada peluang secara random, tidak soal siapa yang lebih dulu tiba.
4.      Priority service (PS) artinya, prioritas pelayanan diberikan kepada pelanggan yang mempunyai prioritas lebih tinggi dibandingkan dengan pelanggan yang mempunyai prioritas lebih rendah, meskipun yang terakhir ini kemungkinan sudah lebih dahulu tiba dalam garis tunggu. Kejadian seperti ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal, misalnya seseorang yang dalam keadaan penyakit lebih berat dibanding dengan orang lain dalam suatu tempat praktek dokter.

Struktur Antrian
 Struktur antrian ada 4 model struktur antrian dasar yang umum terjadi dalam seluruh sistem antrian. Berikut merupakan struktur antrian (Munir,2004).
1.      Single channel – single phase
Single channel berarti hanya ada satu jalur yang memasuki sistem pelayanan atau ada satu fasilitas pelayanan. Single phase berarti hanya ada satu pelayanan.
2.      Single channel – multi phase
Istilah multi phase menunjukkan ada dua atau lebih pelayanan yang dilaksanakan secara berurutan (dalam phase), contohnya adalah pencucian mobil.
3.      Multi channel – single phase
Sistem Multi channel – single phase terjadi kapan saja di mana ada dua atau lebih fasilitas pelayanan dialiri oleh antrian tunggal, sebagai contoh model ini adalah antrian pada teller sebuah bank.
4.      Multi channel – multi phase
Sistem multi channel – multi phase ditunjukkan dalam beberapa fasilitas pelayanan pada setiap tahapnya, sebagai contohnya adalah herregistrasi para mahasiswa di universitas, pelayanan kepada pasien di rumah sakit mulai dari pendaftaran, diagnosa, penyembuhan sampai pembayaran.

Tujuan Teori Antrian
Tujuan dasar model-model antrian adalah untuk meminimumkan total dua biaya, yaitu biaya langsung penyediaan fasilitas pelayanan dan biaya tidak langsung yang timbul karena para individu harus menunggu untuk dilayani. Jika pada suatu sistem mempunyai fasilitas pelayanan lebih dari jumlah optimal, ini berarti membutuhkan investasi modal yang berlebihan, tetapi bila jumlahnya kurang dari optimal hasilnya adalah tertundanya pelayanan. Model antrian yang akan dibahas merupakan peralatan penting untuk sistem pengolahan yang menguntungkan dengan menghilangkan antrian (Subagyo, 2013).
Sistem antrian yang terjadi dapat sederhana atau sangat kompleks. Sistem yang sederhana akan dapat dirumuskan dengan menggunakan teknik-teknik yang ada pada sistem teori antrian dan untuk sistem yang lebih kompleks membutuhkan analisa yang menggunakan simulasi yang terkandung dalam teori antrian (Subagyo, 2013).

0 komentar:

Posting Komentar

Design by BlogSpotDesign | Ngetik Dot Com