APA ITU TEKNIK INDUSTRI ?
Teknik Industri adalah teknik yang berkaitan dengan
perbaikan, desain dan instalas isistem yang terintegras iantara manusia,
material, informasi, peralatan, modal energi, dan manajerial
tahu-bagaimana menjadi sistem yang akan memberikan kualitas tinggi,
produk lebih murah ata ulayanan yang lebih cepat. Hal ini berdasarkan
pengetahuan khusus dan keterampilan dalam ilmu matematika, fisik dan
sosial bersama dengan prinsip-prinsip dan metode analisis rekayasa dan
desain untuk menentukan memprediksi dan mengevaluasi hasil yang akan
diperoleh dari sistem tersebut. Industri insinyur bekerja sebagai
insinyur produksi, manajer supply chain, insinyur kualitas, staf
penelitian dan pengembangan, analis sistem informasi, dan sama. Mereka
dapat bekerja untuk bisnis seperti perusahaan manufaktur, badan
pemerintah, atau perusahaan jasa yang berorientasi yang ingin operasi
meningkat dan mengurangi biaya. Banyak industri insinyur memulai
perusahaan mereka sendiri atau pergi ke konsultasi. Teknik industri
merupakan perpaduan antara ilmuteknik, ilmu ekonomi dan human sciences,
terus mengalami perkembangan seiring dengan aktivitas riset dan
pengembangan teknologi. Teknik Industri berkembang di banyak negara,
baik melalui perguruan tinggi, litbang industri maupun litbang
pemerintah. Kajian Teknik Industri pun makin marak, untuk itu diperlukan
Sistem Jaringan Keilmuan Teknik Industri (Sijakti).
Sejarah Teknik Industri Di Indonesia
Sejarah Teknik Industri di Indonesia di awali dari kampus Institut
Teknologi Bandung. Sejarah pendirian pendidikan Teknik Industri di ITB
tidak terlepas dari kondisi praktek sarjana mesin pada tahun
lima-puluhan. Pada waktu itu, profesi sarjana Teknik mesin merupakan
kelanjutan dari profesi pada jaman Belanda, yaitu terbatas pada
pekerjaan pengoperasian dan perawatan mesin atau fasilitas produksi.
Barang-barang modal itu sepenuhnya diimpor, karena di Indonesia belum
terdapat pabrik mesin.
Di Universitas Indonesia (www.ui.edu), keilmuan Teknik Industri telah
dikenalkan pada awal tahun tujuh puluhan, dan merupakan sub bagian dari
keilmuan Teknik Mesin. Sejak 30 Juni 1998, diresmikanlah Jurusan Teknik
Industri (sekarang Departemen Teknik Industri) Fakultas Teknik
Universitas Indonesia, situs resminya di http://www.ie.ui.ac.id/
Kalau pada masa itu, dijumpai bengkel-bengkel tergolong besar yang
mengerjakan pekerjaan perancangan konstruksi baja seperti yang antara
lain terdapat di kota Pasuruan dan Klaten, pekerjaan itu pun masih
merupakan bagian dari kegiatan perawatan untuk mesin-mesin pabrik gula
dan pabrik pengolahan hasil perkebunan yang terdapat di Jawa Timur dan
Jawa Tengah. Dengan demikian kegiatan perancangan yang dilakukan oleh
para sarjana Teknik Mesin pada waktu itu masih sangat terbatas pada
perancangan dan pembuatan suku-suku cadang yang sederhana berdasarkan
contoh-contoh barang yang ada. Peran yang serupa bagi sarjana Teknik
Mesin juga terjadi di pabrik semen dan di bengkel-bengkel
perkereta-apian.
Pada saat itu, dalam menjalankan profesi sebagai sarjana Teknik Mesin
dengan tugas pengoperasian mesin dan fasilitas produksi, tantangan utama
yang mereka hadapi ialah bagaimana agar pengoperasian itu dapat
diselenggarakan dengan lancar dan ekonomis. Jadi fokus pekerjaan sarjana
Teknik Mesin pada saat itu ialah pengaturan pembebanan pada mesin-mesin
agar kegiatan produksi menjadi ekonomis, dan perawatan (maintenance)
untuk menjaga kondisi mesin supaya senantiasa siap pakai.
Pada masa itu, seorang kepala pabrik yang umumnya berlatar-belakang
pendidikan mesin, sangat ketat dan disiplin dalam pengawasan terhadap
kondisi mesin. Di pagi hari sebelum pabrik mulai beroperasi, ia keliling
pabrik memeriksa mesin-mesin untuk menyakini apakah alat-alat produksi
dalam keadaan siap pakai untuk dibebani suatu pekerjaan.
Pengalaman ini menunjukan bahwa pengetahuan dan kemampuan perancangan
yang dipunyai oleh seorang sarjana Teknik Mesin tidak banyak
termanfaatkan, tetapi mereka justru memerlukan bekal pengetahuan
manajemen untuk lebih mampu dan lebih siap dalam pengelolaan suatu
pabrik dan bengkel-bengkel besar.
Sekitar tahun 1955, pengalaman semacam itu disadari benar keperluannya,
sehingga sampai pada gagasan perlunya perkuliahan tambahan bagi para
mahasiswa Teknik Mesin dalam bidang pengelolaan pabrik.
Pada tahun yang sama, orang-orang Belanda meninggalkan Indonesia karena
terjadi krisis hubungan antara Indonesia-Belanda, sebagai akibatnya,
banyak pabrik yang semula dikelola oleh para administratur Belanda,
mendadak menjadi vakum dari keadministrasian yang baik. Pengalaman ini
menjadi dorongan yang semakin kuat untuk terus memikirkan gagasan
pendidikan alternatif bidang keahlian di dalam pendidikan Teknik Mesin.
Pada awal tahun 1958, mulai diperkenalkan beberapa mata kuliah baru di
Departemen Teknik Mesin, diantaranya : Ilmu Perusahaan, Statistik,
Teknik Produksi, Tata Hitung Ongkos dan Ekonomi Teknik. Sejak itu
dimulailah babak baru dalam pendidikan Teknik Mesin di ITB, mata kuliah
yang bersifat pilihan itu mulai digemari oleh mahasiswa Teknik Mesin dan
juga Teknik Kimia dan Tambang.
Sementara itu pada sekitar tahun 1963-1964 Bagian Teknik Mesin telah
mulai menghasilkan sebagian sarjananya yang berkualifikasi pengetahuan
manajemen produksi/teknik produksi. Bidang Teknik Produksi semakin
berkembang dengan bertambahnya jenis mata kuliah. Mata kuliah seperti :
Teknik Tata Cara, Pengukuran Dimensional, Mesin Perkakas, Pengujian Tak
Merusak, Perkakas Pembantu dan Keselamatan Kerja cukup memperkaya
pengetahuan mahasiswa Teknik Produksi.
Pada tahun 1966 - 1967, perkuliahan di Teknik Produksi semakin
berkembang. Mata kuliah yang berbasis teknik industri mulai banyak
diperkenalkan. Sistem man-machine-material tidak lagi hanya didasarkan
pada lingkup wawasan manufaktur saja, tetapi pada lingkup yang lebih
luas yaitu perusahaan dan lingkungan. Dalam pada itu, di Departemen ini
mulai diajarkan mata kuliah : Manajemen Personalia, Administrasi
Perusahaan, Statistik Industri, Perancangan Tata Letak Pabrik, Studi
Kelayakan, Penyelidikan Operasional, Pengendalian Persediaan Kualitas
Statistik dan Programa Linier. Sehingga pada tahun 1967, nama Teknik
Produksi secara resmi berubah menjadi Teknik Industri dan masih tetap
bernaung di bawah Bagian Teknik Mesin ITB.
Pada tahun 1968 - 1971, dimulailah upanya untuk membangun Departemen
Teknik Industri yang mandiri. Upaya itu terwujud pada tanggal 1 Januari
1971.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar